"Tak Adil, Tuti Dipancung, Pemerkosa 9 Bulan"
Orang tua Tuti ke DPR. Minta diberangkatkan ke Arab untuk minta maaf ke keluarga korban.
Jum'at, 11 November 2011, 08:28 WIB
Elin Yunita Kristanti, Arry Anggadha
Tuti Tursilawati (Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI))
VIVAnews -- Kata menyerah belum terbesit dalam benak Warjuki, ayah tenaga kerja wanita, Tuti Tursilawati. Meski waktu eksekusi diperkirakan tak lama lagi, ia terus berupaya untuk membebaskan putri semata wayangnya dari algojo Arab Saudi.
Pria lugu dari Desa Cikeusik, Majalengka, Jawa Barat itu bahkan bertekad pergi ke Arab Saudi. "Kami ingn melihat anak kami, keadaannya," kata dia saat dihubungi VIVAnews.com, Jumat 11 November 2011.
Tak hanya itu misi yang ingin ia lakukan di negeri 'petro dolar' itu. "Kalau bisa bertemu pihak keluarga korban, untuk meminta maaf secara langsung demi kebebasan anak saya," kata dia. Seperti diketahui, nasib Tuti tergantung maaf keluarga korban. Yang memberatkan, keluarga besar korban adalah kabilah yang berpengaruh di Arab Saudi.
Warjuki menceritakan, hingga Kamis 10 November 2011 sore, belum ada kepastian soal nasib Tuti: apakah maaf telah diberikan, atau dia segera dieksekusi. "Jadi tolonglah, pemerintah, DPR bebaskan anak kami."
Warjuki mengaku akan terus berusaha. "Kalau saya, pasrah belum, inginnya putri kami diusahakan untuk selamat dan pulang ke rumah," kata dia.
Pagi ini, Warjuki dan istrinya, Iti Sarmini berada di gedung DPR RI. Untuk bertemu anggota Dewan, Rieke Dyah Pitaloka. "Kami sudah janjian, kami minta DPR menyelamatkan anak kami, juga usul bawa kami ke Saudi," kata dia.
Sementara, secara terpisah, Rieke mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti kasus Tuti. "Dan akan terus mendesak pemerintah untuk menyelamatkan Tuti karena di sana nggak ada pengacara, bagaimana mau menang?," kata dia Jumat pagi.
Pihaknya juga mempertanyakan, mengapa Tuti dihukum mati. Padahal, "(Sembilan) pemerkosanya hanya divonis sembilan bulan. Tuti dihukum mati kan karena juga melawan pemerkosaan." Rieke menambahkan, pertemuan dengan keluarga Tuti akan diselenggarakan pukul 10.00 WIB pagi ini.
Untuk diketahui, Tuti membunuh majikannya pada Selasa 11 Mei 2010. Dengan kayu ia menghabisi pria yang kerap melecehkannya itu. Setelah memukul majikannya, Tuti lari, membawa uang gaji senilai 31.500 real Saudi dan sebuah jam tangan dari rumah keluarga majikannya. Namun nahas, pria yang ia harapkan jadi penolong bahkan lebih bejat dan menjebaknya. Ia lalu diperkosa sembilan pria. (sj)
fahrur.rosi3
29/12/2011
2
b4db0y
18/12/2011
Kalau ada HUKUM PANCUNG di INDONESIA...PASTI banyak orang yang di HUKUM PANCUNG...
drazillo
15/11/2011
kalo beritanya tenteng teroris di Indonesia, pemerkosaan tki di Arab, dan hukuman pancungnya, tak ada yang koment.... TAPI... kalo beritanya tentang Palestina di serang Israel, atau tentang Amerika, komentnya bisa sampai 1000.(????????????????????????????
drazillo
15/11/2011
itulah kebodohan orang indonesia, sudah tau bangsa Arab seperti itu, masih aja mau dibela, liht aja koment2 yg bela Arab, tuh " KOTA SUCI YANG PENUH MUNAFIK DAN TIDAK MANUSIAWI," heheee.. kalo orng arab yang perkosa FPI diam aja,
sapujagad08
11/11/2011
kalau pemerintah punya nurani stop pengiriman TKI, khususnya ke arab, soalnya mereka punya anggapan bahwa TKI sebagai budak yang harus mau diperintah apa saja, pikiran mereka udah beli (bayar) budak orang dari Indonesia
v4vendeta
11/11/2011
Pihaknya juga mempertanyakan, mengapa Tuti dihukum mati. Padahal, "(Sembilan) pemerkosanya hanya divonis sembilan bulan. Tuti dihukum mati kan karena juga melawan pemerkosaan." apa si korban harus diam dan menikmati..wkwkow hukum macam apa?ap kata dunia
duljoni
11/11/2011
orang indonesianya aja yang salah. pengen jadi pembantu aja musti jauh-jauh. di jakarta juga banyak lowongan. klo cuma di jakarta, kalo diperkosa terus ngebunuh, kan keluarganya gampang kalo mau nengok
basandewa
11/11/2011
stop pengiriman TKI sebagai pembantu ke luar negeri......
bangnapi79
|
11/11/2011
|
Laporkan
setuju Gan...tanggungjwb pemerintah harus enyediakan lapangan pekerjaan buat warganya
bangnapi79
11/11/2011
semua koment kayaknya tdk adil, lihat kasus darsem yg terancam hukuman pancung lalu dibebaskan, skrg gmn kelakuan Darsem??? jd jgn mendukung membabi buta tanpa melihat masalah sebenarnya, terlalu menghujat arab saudi akan kesalahaannya memancung TKI..
nisma.srikandigarda
|
13/11/2011
|
Laporkan
Maaf picik banget anda menilai...jika anda punya sedikit saja hati nurani harusnya anda bisa membedakan pembebasan Darsem dengan Pembebas Tuti..Dan apakah anda tahu masalah yg sebenarnya sehingga anda sendiri menghujat orang tanpa tahu masalahnya...DASAR.
flanzka
|
11/11/2011
|
Laporkan
Bentar Gan, Arab itu 'gaplek i'... -mungkin Agan bisa bilang hukum di Arab lebih adil dari Indonesia- itu karena Agan BELUM TAHU, di arab itu, semua hukuman sangat tegas, dan TIDAK BERLAKU bagi ANGGOTA KERAJAAN... Jangan tanya bukti soal itu, kalo g perca
bangnapi79
|
11/11/2011
|
Laporkan
saya orang Indonesia asli tp saya berpikiran jernih, semua negara pasti ada hukum/adat masing2...jd biar engadilan yg memutuskan... saya yakin pengadilan di Arab saudi lebih adil drpd hukum di Indonesia yg penuh intrik dan sogok...
farid97
11/11/2011
Inikan negara yg memaki sebagian hukum agama,aneh arab saudi ternyata negara paling amoral sedunia,jangan diam aja sby,kalau perlu usir tu dubes arab dari sini!!!! oknum arab saudi ternyata lebih dari 60% bejad semua.
reoon
|
11/11/2011
|
Laporkan
sebenarnya hukuman diarab saudi lebih gampang lebih ada kemudahan, hanya dengan minta maaf kalau dimaafin ya udah bebas. coba di negara lain udah dimaafin oleh keluarga korban hukuman tetap jalan
bangnapi79
|
11/11/2011
|
Laporkan
setuju agan rakyat-indonesia...disetiap negara pasti ada oknum orang yg bejad tp jn disamaratakan semuanya...saya lebih percaya keadilan hukum di Arabsaudi dibanding di Indonesia walaupun seadil2nya hukuman hanya hukum tuhan yg maha adil
rakyat-indonesia
|
11/11/2011
|
Laporkan
Bung Farid..hukum yang adl hukuman yang setimpal. kalo soal bejat dinegara kita ini sepertinya lebih bejat, banyak perkosaan lalu korbannya dibunuh, banyak perzinaan lalu bayinya dibunuh bahkan belum sempat lahir sudah dibunuh..terlalu sering kita mendeng
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar